Poltanas Diduga Menerima Sesuatu Saat Menghentikan Kendaraan di Jalur Tol Jakarta

, JAKARTA - Beredar klip video yang mengecam seorang petugas kepolisian lalu lintas (Polantas) karena dituduh menerima sesuatu ketika memblokir kendaraan di Jalur Lalin dalam kota, Jakarta Selatan.

Video yang dibagikan oleh akun media sosial @jabodetabek24info.id di Instagram pada hari Minggu, 18 Maret 2025, mendapat respons negatif dari berbagai pengguna internet.

Dari video yang dilihat Warta Kota, pengendara mobil Suzuki Baleno hitam tengah berbincang dengan dua anggota Polantas di bahu jalan.

Perbuatan mereka terekam oleh seseorang yang berada di apartemen lantai atas bangunan yang terletak tak jauh dari jalur toll dalam kota itu.

Seorang pengemudi laki-laki yang memakai kaus gelap tampak sedang berbicara dengan salah satu petugas polisi lalu lintas di samping belakang kendaraannya.

Seorang polisi lalu lintas yang lain tampak sedang asyik memainkan telepon genggamnya.

Ketika tengah mengobrol, tiba-tiba saja supir mobil tersebut melaju menuju penumpang yang duduk di sebelah stir.

Orang tersebut kelihatan menanyakan sesuatu pada salah satu penumpang lain, lalu si penumpass langsung mengeluarkan benda yang mirip dengan sebuah dompet.

Lelaki bertopi gelap itu setelah itu menyimpan objek tersebut ke dalam sakunya yang ada di bagian belakang celana. Selanjutnya ia mendekati dua petugas lalu lintas yang sedang menantinya di sektor belakang kendaraan.

Tiba-tiba saja si pemilik mobil berwarna hitam tersebut menyerahkannya kepada seorang petugas lalu lintas.

Salah seorang polisi lalu lintas menunjukkan gerakan seperti menerima sesuatu dari pengemudi, tetapi belum tentu bisa dipastikan apakah dia benar-benar mengambil hadiah dari si pengemudi atau tidak.

Setelah mengobrol di tepi jalan tol, supir mobil buru-buru menuju ke arah timur.

Ketika kedua polisi lalu lintas tersebut melintasi mobil Patroli Jalan Raya (PJR), kendaraan yang mereka tumpangi mulai bergerak mundur ke arah barat.

Viral Pegawai Imigrasi di Bandara Soetta Terima Suap dari Warga Negeri Cina, Agus Andrianto: Itu Hanyalah Gratifikasi

Komentar Netizen

Video itu kemudian menimbulkan respons dari pengguna internet yang meninggalkan pesan di bagian komentar akun media sosial tersebut. Kebanyakan komentarnya menyuarakan kritik tajam terhadap perbuatan kedua petugas kepolisian itu.

@Sapto*** mengatakan: 'Maaf, orang pertama tolak pengendara dengan topi merkalahkan pihak lainnya karena tidak mendapat tilang. Jika seseorang diperingatkan, tentu ada pelanggaran seperti berjalan di bahu jalan atau melintasi garis marking. Namun jika mereka menerimanya pun tak masalah, kami telah lama menetap di Konohan dan sudah biasa,'

"Pelakunya tidak akan mengaku tanpa adanya bukti," kata pengguna akun @fadli***.

"Percaya diri dan dengan kerasnya, dia menegaskan bahwa tidak ada praktik suap atau gratifikasi, " ujar pengguna @buyer** *.

Dibantah Polda Metro

Setelah video itu viral di media sosial dan menuai komentar sini netizen, pihak TMC Polda Metro Jaya akhirnya buka suara.

Melalui platform media sosial pula, akun @tmcpoldametro menyampaikan penjelasan mengenai video yang sedang beredar itu.

Halo sobat lalu lintas! Polres ingin menyampaikan penjelasan tentang unggahan video itu nih. Memang benar pegawai Satuan PJR Direktorat LaluLintas mengepung dan memeriksa kendaraan seperti terlihat dalam kliping tersebut karena masa aktif suratkendaraannya telah usai, sebagaimana diberitakan WartaKota.

Dilihat Sebagai Muatan Tambahan bagi Penduduk dan Menjadi Tempat Korupsi, Aktivis Mendukung Penyegaran SIM-STNK Tidak Perlu Diperpanjang

TMC Polda Metro Jaya menyatakan bahwa personel dari Satuan PJR memeriksa dokumen kendaraan para pembawa mobil yang ada di sana.

Setelah dicek, polisi menemukan bahwa mobil itu hanya disertai dengan dokumen perjalanan yang telah kadaluarsa.

Berikutnya, petugas mengeluarkan peringatan terhadap supir itu, lalu sang supir balik lagi ke mobil dan berencana untuk menyerahkan sesuatu pada petugas; akan tetapi, tawaran tersebut dengan sopan ditolak oleh petugas. Demikian dilansir TMC Pomda Metro Jaya.

Lebih baru Lebih lama