Waspada! 7 Ciri Orang baik yang Justru Menipu

.CO – Tak setiap orang yang kelihatan baik sebenarnya bermaksud jujur. Ada juga beberapa pribadi yang cuma berpura-pura bersahabat dan perhatian demi menciptakan gambaran baik, namun dibelakang itu ada maksud terpendam.

Phenomenon ini sering kali muncul dalam keseharian kita. Seseorang yang bersikap pura-pura baik umumnya ahli dalam berkomentar, melaksanakan gerak-gerik halus yang mempesona, serta membentuk persepsi bisa diandalkan.

Tetapi, psikologi menunjukkan adanya pola khusus yang dapat digunakan untuk membedakan antara mereka yang sebenarnya baik dengan mereka yang hanya mencoba meraih keuntungan dari orang lain.

Dilansir dari Jawapos.com Berikut tujuh ciri orang yang sekadar pura-pura baik:

1. Berlaku baik hanya ketika dibutuhkan

Seseorang yang sungguh-sungguh tulus akan selalu bersikap baik dalam segala kondisi tanpa menuntut balasan apapun. Di lain pihak, jika ada orang yang baru mendekati Anda ketika mereka memerlukan bantuan tertentu, ini bisa menjadi indikator bahwa niat baik mereka kurang otentik. Orang-orang seperti itu biasanya sangat periang ketika merengep minta pertolongan, namun hilang begitu saja setelah mencapai tujuan mereka.

2. Hindarilah Bertanggung jawab terhadap Kesalahan

Tindakan jujur tercermin dalam bagaimana seseorang menangani kesalahannya. Seseorang yang sejati akan menerima kelirunya sendiri dan berupaya membenarkannya. Di lain pihak, orang-orang yang cuma pura-pura baik biasanya mencoba mencari kambing hitam atau membuat alasan demi mengelakkan diri dari tanggungan.

3. Melakukan Kejahatan hanya di Hadapan Umum

Beberapa individu bertingkah sopan dan murah hati ketika ada pihak ketiga yang menyaksikan, namun mereka cenderung memperlihatkan tindakan berbeda bila tak ada saksi. Kejadian ini disebut sebagai audience effect , di mana kebaikan hanyalah sarana untuk menciptakan citra. Apabila seseorang mengalami perubahan perilaku ketika berada dalam lingkungan yang berbeda, ini menunjukkan bahwa mereka mungkin bukan sejujur yang tampak.

4. memberikan sambil menantikan balasan

Kejujuran sebenarnya tidak mengharap imbalan apapun. Sementara itu, individu yang sekadar pura-pura baik cenderung melakukan hal-hal dengan tujuan tersembunyi. Misalkan saja saat mereka menyodorkan pertolongan ataupun kado namun suatu waktu akan meminta balas jasa nanti. Apabila permohonan tersebut ditampik, ada potensi besar bagi mereka untuk bereaksi dengan raut sedih atau malah menjatuhkan tuduhan kepada Anda.

5. Bercerita Lebih Sering, Bertindak Kurang Sering

Sejumlah individu suka mengangkat isu moralitas dan kesadaran sosial, namun begitu sampai pada titik harus mengeksekusinya, mereka malah enggan bertindak. Meski mereka kerap kali menyebarkan postingan terkait bantuan di platform-media online, sebenarnya belum tentu turut serta secara langsung membantu.

6. Sikap yang Variasi Berdasarkan Tingkat Sosial

Bagaimana seseorang menanganai oranglain dapat mencerminkan kejujuran mereka. Seseorang yang berkualitas akan selalu memberikan hormat pada setiap individu tanpa melihat posisi atau derajat sosialnya. Di seberang itu, mereka yang cuma pura-pura baik biasanya ramah dengan pihak berkuasa namun sikapnya condong remeh-remeh terhadap mereka yang dinilai lemah dan tak bertenaga.

7. Terlalu Sering Menjadi Pihak yang Dirugikan

Saat mengalami kesulitan, individu yang sebenarnya memiliki sifat mulia akan berusaha mencari jalan keluar. Sebaliknya, mereka yang hanya pura-pura baik biasanya menjadikan dirinya sebagai pihak yang tertindas guna menerima belas kasihan orang lain. Daripada mengambil tanggung jawab, mereka cenderung lebih suka menyalakan api kemarahan terhadap kondisi atau orang di luar diri mereka.

Mengenali petunjuk-petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada saat mengamati sifat orang lain. Kejujuran yang sesungguhnya tak perlu pujian, sedangkan ketidakjujuran pada akhirnya akan nampak sendiri. jawapos.com )

Lebih baru Lebih lama